Blogroll

Sugeng rawuh dateng website kulo monggo sinau bareng bareng............ Welcome to my website let's learn together

About

Selamat Datang di Blog Para Pencari Ilmu mari belajar bersama

Senin, 19 Desember 2011

“Pengaruh Tumbuhan Terhadap Peningkatan Suhu”

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dewasa ini udara terasa semakin menyengat. Udara panas yang sangat menyengat ini bisa kita rasakan di kota-kota besar yang terdapat banyak pabrik. Dan juga di daerah yang gersang atau jarang terdapat tumbuhan. Sebaliknya, di pedesaan yang belum banyak terdapat pabrik dan masih terdapat banyak tumbuhan, bisa kita rasakan udara dan cuaca yang tidak terlampau panas di siang hari. Selain itu, udara dan cuaca yang sangat panas bisa kita rasakan di dalam sebuah gedung atau rumah yang dindingnya terbuat dari kaca. Biasanya disebut rumah kaca. Seperti yang terdapat di kota-kota besar, misalnya Surabaya dan Jakarta. Lain halnya dengan rumah atau gedung yang dindingnya terbuat dari semen dan beratap genteng, di dalam rumah seperti ini tidak terlalu panas di siang hari. Hal inilah yang mendorong kami untuk melakukan praktikum yang berjudul pengaruh tumbuhan terhadap peningkatan suhu ini.

B. Rumusan Masalah

Bagimana pengaruh suhu terhadap ada dan tidaknya tumbuhan?
 Bagaimana dampak efek rumah kaca?

C. Tujuan
 Mempelajari pengaruh suhu terhadap ada dan tidaknya tumbuhan?
 Mempelajari dampak efek rumah kaca?




BAB II
KAJIAN TEORI
Perubahan suhu bumi menjadi semakin hari semakin panas menurut banyak pakar disebabkan karena efek rumah kaca yang mengakibatkan peningkatan suhu di muka bumi (pemanasan global).
Efek rumah kaca atau dalam bahasa asingnya dikenal dengan istilah green house effect adalah suatu fenomena di mana gelombang pendek radiasi matahari menembus atmosfer dan berubah menjadi gelombang panjang ketika mencapai permukaan bumi. Setelah mencapai permukaan bumi, sebagian gelombang tersebut dipantulkan kembali ke atmosfer. Namun tidak seluruh gelombang yang dipantulkan itu dapat lepas ke angkasa luar. Sebagian gelombang panjang dipantulkan kembali oleh lapisan gas rumah kaca (yang mengandung gas CO2 dan lainnya) di atmosfer ke permukaan bumi. Dengan meningkatnya konsentrasi gas CO2 dan gas-gas lain di atmosfer maka semakin banyak pula gelombang panas yang dipantulkan bumi diserap atmosfer. Dengan perkataan lain semakin banyak jumlah gas rumah kaca yang berada di atmosfer, maka semakin banyak pula panas matahari yang terperangkap di permukaan bumi. Akibatnya suhu permukaan bumi akan naik.
Secara singkat, proses terjadinya efek rumah kaca adalah demikian: panas matahari merambat dan masuk ke permukaan bumi. Kemudian panas matahari tersebut akan dipantulkan kembali oleh permukaan bumi ke angkasa melewati atmosfer. Sebagian panas matahari yang dipantulkan tersebut akan diserap oleh gas rumah kaca yang berada di atmosfer. Panas matahari tersebut kemudian terperangkap di permukaan bumi, tidak bisa melalui atmosfer. Sehingga suhu bumi menjadi lebih panas.
Analogi sederhana untuk menggambarkan efek rumah kaca adalah ketika kita memarkir mobil di tempat parkir terbuka pada siang hari. Ketika kita kembali ke mobil di sore hari, biasanya suhu di dalam mobil lebih panas di bandingkan suhu di luar. Karena sebagian energi panas dari matahari telah di serap oleh kursi, dashboard dan karpet mobil. Ketika benda-benda tersebut melepaskan energi panas tersebut, tidak semuanya dapat keluar melalui jendela tetapi sebagian di pantulkan kembali. Penyebabnya adalah perbedaan panjang gelombang sinar matahari yang memasuki mobil dan energi panas yang dilepaskan kembali oleh kursi.Sehingga jumlah energi yang masuk lebih banyak dibandingkan energi yang dapat keluar. Akibatnya kenaikan bertahap pada suhu di dalam mobil.
Salah satu penyebab efek rumah kaca adalah gas CO2, Gas ini menduduki peringkat pertama penyumbang masalah meningkatnya suhu bumi. Lautan sebenarnya diketahui mempunyai peran dalam menyerap CO2. Namun nampaknya laut pun tidak kuasa lagi mengimbangi laju akumulasi CO2 pencemar di atmosfer yang begitu cepat. Harapan kita sekarang bertumpu pada agent lain yang sangat intensif menyerap CO2 yakni tumbuhan atau tanaman, baik yang hidup di dalam kawasan hutan, di lahan pertanian maupun di tempat-tempat pemukiman, di kota maupun di desa.
Tumbuhan/tanaman dapat kita manfaatkan dalam mengurangi zat pencemar udara dan penghasil oksigen melalui proses fotosintesis atau sering disebut sebagai manfaat ekologis seperti disinggung di atas. Fotosintesis tumbuhan adalah suatu proses alamiah yang terjadi di dalam daun-daun tumbuhan dimana terjadi penyerapan CO2 dan dihasilkannya gas oksigen yang ditambahkan ke udara kita. Persamaan reaksi kimia fotosintesis adalah : karbondioksida gas (CO2) + air (H2O) + pigmen klorofil daun + energi mata hari → zat organik (C6H12O6) + oksigen gas (O2).

Dikarenakan tumbuhan selalu menyerap CO2 untuk aktivitas fotosintesisnya, maka tumbuhan dapat membantu berkurangnya konsentrasi CO2 di atmosfer. Sehingga dapat juga mengurangi efek rumah kaca dan suhu di bumi pun tidak begitu tinggi.

Dalam proses fotosintesis ini selain diproduksi zat organik juga dihasilkan gas oksigen. Banyak manfaat dari tanaman ini, yakni :
 Tanaman menghasilkan zat organic yang berfungsi segai bahan makanan (misalnya beraneka ragam buah-buahan).
 Tanaman menghasilkan kayu untuk bahan bangunan, industri mebel, kertas, kayu lapis, lantai, dan lain-lain.
 Tanaman berguna untuk peneduh dan penyegar lingkungan di jalan-jalan, perkantoran, pemukiman, di kota dan di desa.
 Tanaman memberikan kenyamanan dan keindahan lingkungan (lihat jenis-jenis pohon penghijaun di kota-kota dan tanaman hias).
 Tanaman memberikan keindahan alam sehingga menambah eksotisme suatu tempat tujuan wisata

BAB III
METODE EKSPERIMEN

A. Gambar percobaan

Tabung mika A Tabung mika B


B. Variabel
 Variabel bebas : ada tidaknya tumbuhan
 Variabel terikat : intensitas sinar matahari
 Variabel control : suhu

C. Alat dan bahan
 Tabung dari mika 2 buah
 Gelas kaca 2 buah
 Thermometer 2 buah
 Tumbuhan 2 buah

D. Langkah kerja
 Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan.
 Mengkalibrasikan thermometer.
 Pada tabung A, kami memasukkan gelas kaca dan didalam gelasnya kami memasukkan sebuah thermometer dengan tujuan mengukur suhu dalam gelas kaca.
 Pada tabung B, kami memasukkan tumbuhan, gelas kaca dan didalam gelasnya kami memasukkan sebuah thermometer dengan tujuan mengukur suhu dalam gelas kaca.
 Meletakkan kedua tabung mika di bawah sinar matahari.
 Mencatat suhu pada masing-masing tabung pada 10 menit pertama, 10 menit kedua dan 10 menit ketiga.

BAB IV
HASIL dan PEMBAHASAN
A. Hasil
Berdasarkan percobaan yang telah kami lakukan, didapatkan hasil pecobaan sebagai berikut:

No. KURUN
PERCOBAAN TABUNG MIKA ( A )
(tidak terdapat tumbuhan) TABUNG MIKA ( B )
(terdapat tumbuhan)
1. 10 menit pertama 36oC 34oC
Ada uap airnya (+)
2. 10 menit kedua 37oC 35oC
Ada uap airnya (++)
3. 10 menit ketiga 38oC 37oC
Ada uap airnya (+++)
SUHU RATA-RATA 37oC 35,3oC

B. Pembahasan
Percobaan yang kami lakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh tumbuhan terhadap peningkatan suhu. Pada tabung mika A, perlakuan yang kami terapkan adalah gelas kaca dan thermometer dimasukkan ke dalam tabung. Untuk tabung mika B, perlakuan yang kami terapkan adalah memasukkan gelas kaca beserta thermometer dan juga sebuah tumbuhan ke dalam tabung. Kemudian kedua tabung mika diletakkan di bawah sinar matahari.

Berdasarkan data hasil percobaan yang kami peroleh bahwa suhu dalam gelas kaca pada tabung mika A (tidak terdapat tumbuhan) lebih tinggi daripada suhu gelas kaca pada tabung mika B (terdapat tumbuhan). Suhu gelas pada tabung mika A sebesar 36oC dalam 10 menit pertama. Pada 10 menit kedua sebesar 37oC. Dan pada 10 menit ketiga suhu gelas kaca sebesar 38oC. jadi, suhu rata-rata gelas kaca pada tabung A adalah 37oC.
Pada tabung mika B, suhu gelas kaca sebesar 34oC dalam 10 menit pertama dan dalam tabung terdapat uap air (+). Pada 10 menit kedua sebesar 35oC dan terdapat uap air (++). Dan pada 10 menit ketiga suhu gelas kaca sebesar 37oC dengan uap air (+++). Jadi, suhu rata-rata gelas kaca dalam tabung mika B adalah 35,2oC. Semakin lama uap air yang dihasilkan dalam tabung mika B semakin banyak.

Hal ini berarti tumbuhan sangat berpengaruh terhadap peningkatan suhu. Selisih suhu gelas kaca antara kedua tabung mika sebesar 1,7oC. Jika kita bandingkan dalam gelas kaca pada tabung mika A yang tidak terdapat tumbuhan suhunya lebih tinggi, yaitu 1,7oC lebih besar daripada tabung mika B. Hal ini dapat terjadi karena sinar matahari langsung dapat menembus gelas kaca. Jadi gelas kaca menyimpan energi panas. Ketika gelas kaca melepaskan energi panas tersebut ke luar, tidak semuanya dapat keluar, tetapi sebagian terperangkap oleh gas rumah kaca (seperti CO2) yang ada di atmosfer, energy panas matahari tersebut kemudian terperangkap di dalam gelas kaca tersebut, tidak bisa melalui atmosfer. Akibatnya suhu dalam gelas kaca semakin tinggi dan semakin lama suhu juga semakin meningkat.

Berbeda dengan tabung mika A, suhu gelas kaca pada tabung mika B yang terdapat tumbuhan suhunya 1,7oC lebih rendah daripada tabung mika A. Hal ini dapat terjadi karena tumbuhan mempunyai aktivitas rutin yang disebut fotosintesis. Fotosintesis tumbuhan adalah suatu proses alamiah yang terjadi di dalam daun-daun tumbuhan dimana terjadi penyerapan CO2 dan dihasilkannya gas oksigen yang ditambahkan ke udara kita. Persamaan rekasi kimia fotosintesis adalah : karbondioksida gas (CO2) + air (H2O) + pigmen klorofil daun + energi mata hari → zat organik (C6H12O6) + oksigen gas (O2). Dikarenakan tumbuhan selalu menyerap CO2 untuk aktivitas fotosintesisnya, maka tumbuhan dapat membantu berkurangnya konsentrasi CO2 di atmosfer. Jadi sewaktu sinar matahari menembus gelas kaca, energi panas yang akan dipantulkan ke luar angkasa, tidak semuanya dapat keluar, tetapi sebagian terperangkap oleh gas rumah kaca (seperti CO2) yang ada di atmosfer. Karena di dalam tabung B terdapat tumbuhan yang menyerap CO2, berarti konsentrasi CO2 semakin berkurang sehingga energy panas matahari yang terperangkap di dalam gelas kaca tersebut semakin sedikit. Akibatnya suhu dalam gelas kaca tabung B lebih rendah dari pada tabung A. Dan semakin lama suhu juga semakin meningkat karena energy panas matahari yang semakin besar.

Percobaan yang kami lakukan ini identik sekali dengan pemanasan global yang disebabkan oleh efek rumah kaca. Proses terjadinya efek rumah kaca sama dengan percobaan yang kami lakukan, yaitu suatu fenomena dimana gelombang pendek radiasi matahari menembus atmosfer dan berubah menjadi gelombang panjang ketika mencapai permukaan bumi. Setelah mencapai permukaan bumi, sebagian gelombang tersebut dipantulkan kembali ke atmosfer. Namun tidak seluruh gelombang yang dipantulkan itu dile¬pas¬kan ke angkasa luar. Sebagian gelombang panjang dipantulkan kembali oleh lapisan gas rumah kaca (yang mengandung gas CO2 dan lainnya) di atmosfer ke permukaan bumi. Dengan meningkatnya konsentrasi gas CO2 dan gas-gas lain di atmosfer maka semakin banyak pula gelombang panas yang dipantulkan bumi diserap atmosfer. Dengan perkataan lain semakin banyak jumlah gas rumah kaca yang berada di atmosfer, maka semakin banyak pula panas matahari yang terperangkap di permukaan bumi. Akibatnya suhu permukaan bumi akan naik.

BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan percobaan yang kami lakukan, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
 Tumbuhan memiliki pengaruh yang besar terhadap perubahan suhu. Suatu wilayah yang terdapat tumbuhan di dalamnya suhunya akan lebih rendah dibandingkan dengan wilayah yang tidak terdapat tumbuhan.
 Efek rumah kaca dapat mengakibatkan pemanasan global. Proses terjadinya efek rumah kaca yaitu, panas matahari merambat dan masuk ke permukaan bumi. Kemudian panas matahari tersebut akan dipantulkan kembali oleh permukaan bumi ke angkasa melewati atmosfer. Sebagian panas matahari yang dipantulkan tersebut akan diserap oleh gas rumah kaca yang berada di atmosfer. Panas matahari tersebut kemudian terperangkap di permukaan bumi, tidak bisa melewati atmosfer. Sehingga suhu bumi menjadi lebih panas. Pemanasan global terjadi jika konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer semakin besar yang mengakibatkan panas tidak dapat melewati atmosfer.



B. Daftar Pustaka
 http://climatechange.menlh.go.id/ diakses pada tanggal 22 Maret 2010 pukul 16.00 wib
 http://id.wikipedia.org/wiki/Efek_rumah_kaca diakses pada tanggal 22 maret 2010 pukul 16.15 wib


“Pengaruh Tumbuhan Terhadap Peningkatan Suhu”

Oleh :

M. Abid Muzakki (093184246)
A.Khoirun Nasikin (093184235)


FAKULTAS MIPA
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
2010

0 komentar:

Poskan Komentar